Published on

in

Ilustrasi Cindelaras memenangkan adu ayam dengan raja

Dahulu kala, di Kerajaan Jenggala, hiduplah Raden Putra, seorang raja bijaksana. Ia memiliki dua istri: permaisuri yang baik hati dan selir yang iri hati. Karena cemburu, selir memfitnah bahwa permaisuri berbuat jahat. Raja yang murka akhirnya mengusir permaisurinya ke hutan dalam keadaan hamil.

Di hutan, permaisuri melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Cindelaras. Ia tumbuh kuat, jujur, dan pemberani. Suatu hari, seekor ayam jantan ajaib menetas dari telur yang ditemukan Cindelaras. Ajaibnya, ayam itu bisa berbicara dan berkata,

“Kukuruyuk! Rumah Cindelaras di hutan, anak Raja Jenggala yang sejati!”

Cindelaras pun berangkat ke istana untuk mencari tahu kebenaran itu. Di sana ia menantang adu ayam dengan raja. Ayam Cindelaras selalu menang. Saat raja penasaran, ayam itu kembali berbicara dan mengungkapkan asal-usul Cindelaras.

Raden Putra terkejut dan menyesali perbuatannya. Ia pun menjemput kembali permaisuri dan mengakui Cindelaras sebagai putra mahkota.

Pesan Moral:

Kebenaran pada akhirnya akan terungkap, dan kejujuran selalu membawa kemenangan.

Tinggalkan Balasan


“Sedulur budaya, ayo kenali Jawa lebih dekat dan temukan cerita menarik di setiap bagiannya!”


Join the Club

Stay updated with the latest information and other news about Javanese culture by joining our newsletter.


Kategori Budaya

Permainan dan Aktivitas

PETUALANGAN JAVO

Eksplorasi konten lain dari Jawa Friend

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca