Published on

in

Ilustrasi Putri Purbasari dan Lutung Kasarung

Pada zaman dahulu di Kerajaan Pasir Batang, hiduplah seorang putri bernama Purbasari Ayuwangi. Ia dikenal berhati lembut, bijak, dan disayangi rakyatnya. Namun, kakaknya Purbararang merasa iri karena ramalan kerajaan menyebut bahwa suatu hari, Purbasari akan menggantikan posisinya sebagai ratu.

Didorong rasa dengki, Purbararang memfitnah adiknya telah berbuat dosa. Ia menunjukkan bercak hitam di kulit Purbasari — hasil sihir jahatnya sendiri — sebagai bukti bahwa Purbasari telah terkena kutukan. Raja yang percaya pada Purbararang akhirnya mengusir Purbasari ke hutan.

Di tengah kesedihannya, Purbasari hidup sederhana di hutan. Namun, ia tetap berdoa dan bersyukur. Suatu hari, datanglah seekor lutung (kera) yang bisa berbicara manusia. Ia memperkenalkan diri sebagai Lutung Kasarung, dan berjanji akan melindungi sang putri. Tanpa diketahui siapa pun, Lutung Kasarung sebenarnya adalah Sanghyang Guruminda, putra dewa yang diturunkan ke bumi karena kesalahannya di kahyangan.

Dengan kekuatan spiritualnya, Lutung Kasarung membuat taman indah, kolam jernih, dan makanan lezat untuk Purbasari. Lambat laun, bercak hitam di tubuh sang putri menghilang, dan kecantikannya semakin bersinar. Kabar ini sampai ke telinga Purbararang. Karena tak terima, ia menantang Purbasari untuk beradu kecantikan di depan raja.

Ketika tiba hari perlombaan, Purbararang sangat percaya diri. Namun, semua orang terpukau melihat Purbasari yang lebih anggun dan bercahaya. Tak terima kalah, Purbararang menantang satu lagi: siapa tunangan yang lebih tampan. Purbararang membawa kekasihnya, pangeran tampan, sementara Purbasari menunjuk Lutung Kasarung. Semua tertawa, hingga Lutung Kasarung berubah wujud menjadi Sanghyang Guruminda yang gagah dan bercahaya.

Melihat kebenaran itu, Purbararang menyesal dan memohon ampun. Raja mengembalikan tahta pada Purbasari, yang kemudian memerintah dengan penuh kebijaksanaan bersama Sanghyang Guruminda.

Pesan Moral:

Kebaikan dan ketulusan akan selalu mengalahkan iri dan kebencian. Kasih sayang sejati tidak memandang rupa, melainkan hati.

Tinggalkan Balasan


“Sedulur budaya, ayo kenali Jawa lebih dekat dan temukan cerita menarik di setiap bagiannya!”


Join the Club

Stay updated with the latest information and other news about Javanese culture by joining our newsletter.


Kategori Budaya

Permainan dan Aktivitas

PETUALANGAN JAVO

Eksplorasi konten lain dari Jawa Friend

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca