

Pada zaman dahulu, di sebuah desa yang subur di lereng gunung, hiduplah seorang pemuda tampan bernama Jaka Tarub. Ia dikenal ramah dan suka menolong, namun belum juga menemukan jodoh. Suatu hari, ketika sedang berburu di hutan, Jaka Tarub melihat tujuh bidadari turun dari kahyangan untuk mandi di telaga.
Terpesona oleh kecantikan mereka, Jaka Tarub mencuri salah satu selendang milik bidadari termuda, Nawang Wulan, sehingga ia tak bisa kembali ke kayangan. Tak lama, Nawang Wulan pun bertemu Jaka Tarub dan akhirnya mereka menikah. Dari pernikahan itu, lahirlah seorang anak perempuan yang lucu.
Namun, Jaka Tarub menyimpan rahasia besar tentang selendang itu. Nawang Wulan memiliki kebiasaan aneh: ia bisa menanak nasi hanya dengan satu butir padi. Karena rasa penasaran, Jaka Tarub melanggar janjinya untuk tidak mengintip. Sejak saat itu, kekuatan Nawang Wulan hilang, dan ia harus menanak nasi seperti manusia biasa.
Suatu hari, tanpa sengaja ia menemukan selendangnya yang disembunyikan Jaka Tarub. Dengan hati sedih, Nawang Wulan memutuskan untuk kembali ke kahyangan, meninggalkan suami dan anaknya.
Pesan Moral:
Kejujuran dan menjaga kepercayaan adalah dasar dari hubungan yang langgeng dan bahagia.


Tinggalkan Balasan