

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang janda tua bernama Mbok Rondo Dadapan di sebuah desa kecil di Jawa Tengah. Ia hidup seorang diri dan sangat mendambakan seorang anak. Suatu hari, saat sedang berdoa di ladang, tiba-tiba muncul seorang raksasa. Raksasa itu berjanji akan memberinya seorang anak, dengan syarat anak itu harus diserahkan kepadanya saat berusia 17 tahun. Karena sangat ingin punya anak, Mbok Rondo menyetujui permintaan itu.
Raksasa itu memberikan biji mentimun kepada Mbok Rondo untuk ditanam. Beberapa minggu kemudian, tumbuhlah tanaman mentimun besar, dan dari salah satu buahnya lahirlah seorang bayi perempuan yang cantik. Bayi itu diberi nama Timun Mas.
Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang baik hati dan rajin. Namun, tahun demi tahun berlalu, hingga saatnya tiba bagi Mbok Rondo untuk menepati janjinya. Karena tak rela menyerahkan anaknya, Mbok Rondo memohon bantuan seorang pertapa di gunung. Sang pertapa memberinya empat benda ajaib: biji mentimun, jarum, garam, dan terasi.
Ketika raksasa datang menagih janji, Timun Mas melarikan diri dan melempar benda-benda itu satu per satu. Biji mentimun berubah menjadi ladang luas penuh tanaman menjalar, jarum menjadi hutan bambu tajam, garam menjadi laut, dan terasi menjadi lahar panas. Akhirnya, raksasa itu terperangkap dan tenggelam ke bumi.
Timun Mas pun hidup bahagia bersama Mbok Rondo selamanya.
Pesan moral:
Keberanian, kecerdikan, dan doa tulus dari orang tua dapat mengalahkan segala bentuk kejahatan.


Tinggalkan Balasan